Rabu, 04 Juli 2012

saya Muslim, tapiii....


Saya berdiri pada satu titik. Saya manusia normal. Tapi extraordinary. Saya beragama, satu agama, Islam, ya saya muslim. Saya punya pegangan, tapi saya terbuka. Saya nggak kolot. Saya taat tapi nggak fanatik. Saya bukan orang yang terlalu kekeuh terhadap sesuatu atau keinginan, saya fleksibel.

Saya muslim tapi berteman dan bersahabat dengan siapa saja, termasuk yang non muslim. Saya sangat menghargai mereka. Karena agama bukan lagi pilihan pribadi. Tapi dari orang tua, dari bayi kita sudah dipilihkan oleh prangtua kita mau jadi apa kita. Apakah kita bersembahyang di Masjid atau di Gereja atau di Pura atau di Klentheng atau bahkan tidak sama sekali? Kita hanya mengikuti apa yang sudah dipilihkan. Menjalankan pilihan atau amanat dengan baik juga termasuk ibadah kan?

Saya Muslim, tapi saya merasa dan menyadari saya ini muslim yang aneh. Nggak jarang saya suka kepengen beli barang-barang yang biasanya dipakai oleh non Muslim, seperti kalung salib, pohon natal dan segala hiasannya, dan saya sangat ingin punya tattoo dan memelihara anjing, yang pastinya (sangat) dilarang noleh kaidah Islam. Saya agak nggak bisa terima kalau tattoo dan anjing di haramkan, dari segi apapun saya nggak terima. Toh anjing kan ciptaan Tuhan juga.

Malam ini Rabu, 4 Juli 2012, dimana malam ini adalah malam Nifsu Sya’ban yang jatuhnya besok 5 Juli 2012. Nifsu Sya’ban adalah malam dimana ditutupnya buku amal bagi pasa umat Islam. Untuk lebih jelasnya silahkan googling saja. Malam ini sangat banayk yang  mengirimkan pesan tentang malam Nifsu Sya’ban ini, baik lewat SMS, BBM, status BBM, twitter, dan segala media lainnya, dalam pesan itu mereka menyampaikan permintaan maaf mereka.

Dari kesemuanya itu entah kenapa, atau memang saya ini muslim yang aneh, saya nggak suka dengan kiriman mereka itu. Terutama yang mengirim melalui Broadcast Message atau BM di BBM. Sungguh menurut saya itu mengganggu. BM umum aja yang biasanya sangat nggak penting saya nggak suka. Apalagi ini isinya permintaan maaf. Selain terganggu saya juga merasa nggak diorangkan. Gile minta maaf udah kayak orang promosi aja. Gini ya, untuk permintaan maaf itu kan sifatnya person to person, mau kalau jawabannya ntar di BM juga: oke sama2. Maaf juga ya. – sent to all..

babiiik!!! Menurut saya itu sangat nggak sopan.

Dan dari sekian banyak BM dan SMS yang masuk ke saya, nggak ada satupun yang saya balas. Lihat sepintas kemudian end chat. Dan saya kira semua isinya SAMA.

Ada lagi. BM yang awalannya begini >> “yang non muslim end chat saja”. Saya bacanya kok agak gimana gitu yaa. Padahal saya muslim, saya langsung end chat. Dasar pengirimnya bener-bener tolol. Kalo udah tau itu isinya khusus Muslim kenapa dikirim ke temen Lo yang non Muslim goo begoo!! Sumpah yang kelakuan kayak gitu nggak pantes pake smart phone. Balik dah sono ke HP jaman baheula! Percuma, smart phone on stupid user, udah kayak benda jatuh di tangan yang salah.

Masih ada lagi, BM yang diakhirnya ada hadist Rasul intinya “... barang siapa yang mengingatkan haram neraka baginya”. Sumpah, saya percaya dengan hadist Rasul ini, tapi disisi lain saya beropini agak lain, maaf kalau dianggap saya ini menyalahi hadist atau istilahnya durhaka atau nglamak.
Tapi kalau ibarat iklan, itu pesannya kurang nampol. “Yang mengingatkan haram neraka baginya”, nah mengingatkan seluruh temannya dengan BM. BM itu sangat tidak efektif, banyak orang yang hapus/endchat BM sebelum dibaca. Dari pesan itu juga ya mikir, nah kalau hari ini mengingatkan semua orang, tapi kemudian hari dia berzina dan melakukan hal-hal yang dilarang Agama gimana? Masih boleh dia masuk neraka? Boleh kan?

Saya muslim, tapi saya realistis. Saya menyerahkan segala kehidupan saya kepada Tuhan dan  Malaikat-malaikatnya yang mencatat keseharian saya termasuk segala kebaikan dan keburukan saya. Saya nggak mau ngoyo dalam waktu semalam ini (Nifsu Sya’ban) untuk ngebut nyari pahala dan meminta maaf. Percuma kalau yang dimintain maaf  nggak jawab dan nggak ikhlas.  Hari ginii ngebut?? Dari dulu kemana aja meenn??

Demi Tuhan dan segala Keagungannya saya pasrah mau seberapapun tebalnya dosa saya yang belom imbang sama pahalanya.
Dia Yang lebih tahu tentang saya. Terima Kasih Tuhan atas segala KuasaMu.



~Mbuss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar