Saya berdiri pada satu titik. Saya
manusia normal. Tapi extraordinary. Saya beragama, satu agama, Islam, ya saya
muslim. Saya punya pegangan, tapi saya terbuka. Saya nggak kolot. Saya taat
tapi nggak fanatik. Saya bukan orang yang terlalu kekeuh terhadap sesuatu atau
keinginan, saya fleksibel.
Saya muslim tapi berteman dan
bersahabat dengan siapa saja, termasuk yang non muslim. Saya sangat menghargai
mereka. Karena agama bukan lagi pilihan pribadi. Tapi dari orang tua, dari bayi
kita sudah dipilihkan oleh prangtua kita mau jadi apa kita. Apakah kita
bersembahyang di Masjid atau di Gereja atau di Pura atau di Klentheng atau
bahkan tidak sama sekali? Kita hanya mengikuti apa yang sudah dipilihkan. Menjalankan
pilihan atau amanat dengan baik juga termasuk ibadah kan?
Saya Muslim, tapi saya merasa dan
menyadari saya ini muslim yang aneh. Nggak jarang saya suka kepengen beli
barang-barang yang biasanya dipakai oleh non Muslim, seperti kalung salib,
pohon natal dan segala hiasannya, dan saya sangat ingin punya tattoo dan
memelihara anjing, yang pastinya (sangat) dilarang noleh kaidah Islam. Saya agak
nggak bisa terima kalau tattoo dan anjing di haramkan, dari segi apapun saya
nggak terima. Toh anjing kan ciptaan Tuhan juga.
Malam ini Rabu, 4 Juli 2012,
dimana malam ini adalah malam Nifsu Sya’ban yang jatuhnya besok 5 Juli 2012. Nifsu
Sya’ban adalah malam dimana ditutupnya buku amal bagi pasa umat Islam. Untuk lebih
jelasnya silahkan googling saja. Malam ini sangat banayk yang mengirimkan pesan tentang malam Nifsu Sya’ban
ini, baik lewat SMS, BBM, status BBM, twitter, dan segala media lainnya, dalam
pesan itu mereka menyampaikan permintaan maaf mereka.
Dari kesemuanya itu entah kenapa,
atau memang saya ini muslim yang aneh, saya nggak suka dengan kiriman mereka
itu. Terutama yang mengirim melalui Broadcast Message atau BM di BBM. Sungguh menurut
saya itu mengganggu. BM umum aja yang biasanya sangat nggak penting saya nggak
suka. Apalagi ini isinya permintaan maaf. Selain terganggu saya juga merasa
nggak diorangkan. Gile minta maaf udah kayak orang promosi aja. Gini ya, untuk
permintaan maaf itu kan sifatnya person to person, mau kalau jawabannya ntar di
BM juga: oke sama2. Maaf juga ya. – sent to all..
babiiik!!! Menurut saya itu
sangat nggak sopan.
Dan dari sekian banyak BM dan SMS
yang masuk ke saya, nggak ada satupun yang saya balas. Lihat sepintas kemudian
end chat. Dan saya kira semua isinya SAMA.
Ada lagi. BM yang awalannya
begini >> “yang non muslim end chat saja”. Saya bacanya kok agak gimana
gitu yaa. Padahal saya muslim, saya langsung end chat. Dasar pengirimnya
bener-bener tolol. Kalo udah tau itu isinya khusus Muslim kenapa dikirim ke
temen Lo yang non Muslim goo begoo!! Sumpah yang kelakuan kayak gitu nggak
pantes pake smart phone. Balik dah sono ke HP jaman baheula! Percuma, smart
phone on stupid user, udah kayak benda jatuh di tangan yang salah.
Masih ada lagi, BM yang
diakhirnya ada hadist Rasul intinya “... barang siapa yang mengingatkan haram
neraka baginya”. Sumpah, saya percaya dengan hadist Rasul ini, tapi disisi lain
saya beropini agak lain, maaf kalau dianggap saya ini menyalahi hadist atau
istilahnya durhaka atau nglamak.
Tapi kalau ibarat iklan, itu
pesannya kurang nampol. “Yang mengingatkan haram neraka baginya”, nah mengingatkan
seluruh temannya dengan BM. BM itu sangat tidak efektif, banyak orang yang
hapus/endchat BM sebelum dibaca. Dari pesan itu juga ya mikir, nah kalau hari
ini mengingatkan semua orang, tapi kemudian hari dia berzina dan melakukan
hal-hal yang dilarang Agama gimana? Masih boleh dia masuk neraka? Boleh kan?
Saya muslim, tapi saya realistis.
Saya menyerahkan segala kehidupan saya kepada Tuhan dan Malaikat-malaikatnya yang mencatat keseharian
saya termasuk segala kebaikan dan keburukan saya. Saya nggak mau ngoyo dalam
waktu semalam ini (Nifsu Sya’ban) untuk ngebut nyari pahala dan meminta maaf. Percuma
kalau yang dimintain maaf nggak jawab
dan nggak ikhlas. Hari ginii ngebut?? Dari
dulu kemana aja meenn??
Demi Tuhan dan segala
Keagungannya saya pasrah mau seberapapun tebalnya dosa saya yang belom imbang
sama pahalanya.
Dia Yang lebih tahu tentang saya.
Terima Kasih Tuhan atas segala KuasaMu.
~Mbuss