Seperti posting-posting sebelumnya, saya selalu terlambat untuk me-nge-post tulisan. Karena malas? Untuk kali ini bukan. Banyak tugas kuliah? Juga bukan, karena ini lagi liburan panjang. Alasan yang benar adalah saya sibuk mengurusi urusan rumah layaknya emak-emak. Yah, sepulang dari perjalanan panjang saya langsung memulai tugas keesokan harinya. Dimulai dari ngikutin Marsha karnaval, seterusnya antar jemput sekolah & badminton, tiap pagi nyuci baju, terus bantuin jualan baju dirumah, tugas saya sebagai asisten Emak dan kasir yg nulis nota.
Eeh kenapa jadi curhat ala babu begini. Yang mau saya tulis disini adalah cerita perjalanan panjang saya selama kurang lebih seminggu mengitari beberapa bagian terindah Indonesia, sebulan yg lalu. ^^
Ok. Dimulai…
Senin, 11 Juli 2011, 17:30 WIB. Berangkat dari Malang naik bis eksekutif Gunung Harta. Bisnya enak nyaman. Recommended dah.
Selasa, 12 Juli 2011, 06:30 WITA. Sampe Denpasar. Dijemput Gayuh di terminal. Oya saya berangkat ke Bali ini sama Anke Si Hell. Kita berdua saja, soalnya Gayuh udah duluan kesana. Disisi laen ternyata Inun and the gank berangkat juga bareng kita kemaren, tapi mereka berangkat sendiri touring naik motor. Lumayan gila yah, Malang – Bali motoran.
Habis dijemput Gayuh dan papanya, kita diajak ke rumah sodaranya Gayuh. kita dapet penginapan gratis loh, lumayan kan. Hehe. Istirahat, mandi, sarapan, terus rempong nyari sewa mobil buat jalan. Akhirnya dapet. Then, 12:00 ( mulai sekarang ini aturan jam-nya pake WITA yaa) kita berangkat deh tuh cusss. Pertama kita nyamperin dulu tuh para lelaki di penginapan. Setelah 15 menit nyari-nyari, ketemulah tempat persembunyian mereka. Setelah itu kita berangkat jalan. Belum tahu ini mau kemana. FYI kita semua ber-7 ini pada nggak tau jalan sama sekali. Hanya bermodal selembar peta tapi kita siap menyusuri Pulau yang dianggap Surga Dunia ini. Jadi kita hamper kaya Dora de Explorer yang bermodalkan peta untuk nyari arah tujuan, cuma bedanya kita nggak bawa monyet, ransel, dan nggak sendiri, hehe. Kira – kira sekitar jam 1 siang kita baru memutuskan untuk pergi kemana. Yak tujuan utama adalah Celuk daerah dimana di kanan kiri jalan berdiri toko - toko khusus penjual kerajinan perak. Masuk di beberapa toko, cap-cip-cup-pilih-ambil-bayar. Hehe. Cuma gitu doing gak kerasa sampe jam 2 siang. Ternyata daerah itu deket sama Pasar Seni Sukawati. Belanja lagiiii. Kita layaknya anak-anak yang study tour. Waktu belanja dibatasin sampe jam stengah 4 saja. Soalnya kalo nggak dibatesin gitu pasti molor gak ada habisnya. Belanja memang kegiatan yang menyita banyak waktu. Stelah itu kita lanjut perjalanan.
Kaya yang di filmya Dora, ada pertanyaan, “Kemana kita?? Ke Gunung”. Nah pertanyaan dan jawaban itu berlaku juga buat perjalanan kita kali ini. Kita mau ke gunung, pegunungan Kintamani. Melewati jalanan beliuk lekuk, nggak sampe naik gunungnya sih. Kita Cuma liat – liat aja pemandangan disekitar gunung yang nyambung sama danau itu. Subhanallah, indah banget. Fotonya nggak akan ketinggalan deh. Niiih……
Jam setengah 6-an kita cabut ke tujuan berikutnya. Menuju kota Singaraja, ada satu antai disana. seneng sekali waktu anak-anak yg lain setuju kita melanjutkan perjalanan kesana. Lumayan jauh sih dari Kintamani tadi. Oya, perjalanan ke sana kita menembus awan loh, kaya’nya sih kita melintasi pegunungan dan saking tingginya sampe jarak pandang mobil nggak lebih dari 5 meter. Gelap kaya ketutup kabut gitu. Tapi setelah dipikir – pikir ternyata itu awan. Aiiiiih keren banget, dan nggak perlu naik pesawat buat bisa nembus awan, naik mobil pun bisa. Ahihihi.
2 jam nggak berasa karena perjalanan penuh omongan dan tawa. Akhirnya kita sampai di tujuan utama malam ini, yaaaak Pantai Lovina. Excited sekali saya! :D dari mulai masuk nya udah senyum – senyum sendiri nggak jelas. Sambil lihatin café – café di sepanjang jalan yang penuh dengan bule, Dikepala ini udah kebayang bakalan liat lumba – lumba berenang, sedikit terbang kepermukaan, dan mengeluarkan suara – suara yang khas. Mungkin diantara kita semua yg paling ngebet ini saya. Untung sopirnya baik (hehe, sory Inun, you as driver kan. Hehe) markirin mobilnya pas didepan patung lumba – lumba. Langsung aja tuh kita ngibrit ke pinggir pantai. Terus ada bapak – bapak nyamperin, saya tanya “pak kok lumba-lumbanya nggak kelihatan”. Bapak jawab “yah, lumba-lumbanya keluar pagi mbak, skitar jam 6. Itu pun nggak bisa dilihat dari pinggir sini. Kalau kalian mau, ayo besok pagi ikut naik perahu bapak, ketengah laut sana lihat lumba-lumbanya”. Setelah titik itu, muka saya sedikit berubah tuh, masam. Ya iyalah kecewa, nggak bisa lihat lumba-lumba sekarang juga. Kalo mesti nunggu besok pagi kan kasian yang lain, dan sama aja ngebuang waktu semalem tuh. Ngapain coba? Mau ngafe kaya itu bule-bule? Nggak.nggak.nggak kuaaaaaat. Hahaha. Tapi buat ngobatin kekecewaan, kita nongkrong disitu dulu, dipinggir pantai, dibawah patung lumba-lumba. Ngobrol apa aja, apa aja diobrolin. hehe
Eeh kenapa jadi curhat ala babu begini. Yang mau saya tulis disini adalah cerita perjalanan panjang saya selama kurang lebih seminggu mengitari beberapa bagian terindah Indonesia, sebulan yg lalu. ^^
Ok. Dimulai…
Senin, 11 Juli 2011, 17:30 WIB. Berangkat dari Malang naik bis eksekutif Gunung Harta. Bisnya enak nyaman. Recommended dah.
Selasa, 12 Juli 2011, 06:30 WITA. Sampe Denpasar. Dijemput Gayuh di terminal. Oya saya berangkat ke Bali ini sama Anke Si Hell. Kita berdua saja, soalnya Gayuh udah duluan kesana. Disisi laen ternyata Inun and the gank berangkat juga bareng kita kemaren, tapi mereka berangkat sendiri touring naik motor. Lumayan gila yah, Malang – Bali motoran.
Habis dijemput Gayuh dan papanya, kita diajak ke rumah sodaranya Gayuh. kita dapet penginapan gratis loh, lumayan kan. Hehe. Istirahat, mandi, sarapan, terus rempong nyari sewa mobil buat jalan. Akhirnya dapet. Then, 12:00 ( mulai sekarang ini aturan jam-nya pake WITA yaa) kita berangkat deh tuh cusss. Pertama kita nyamperin dulu tuh para lelaki di penginapan. Setelah 15 menit nyari-nyari, ketemulah tempat persembunyian mereka. Setelah itu kita berangkat jalan. Belum tahu ini mau kemana. FYI kita semua ber-7 ini pada nggak tau jalan sama sekali. Hanya bermodal selembar peta tapi kita siap menyusuri Pulau yang dianggap Surga Dunia ini. Jadi kita hamper kaya Dora de Explorer yang bermodalkan peta untuk nyari arah tujuan, cuma bedanya kita nggak bawa monyet, ransel, dan nggak sendiri, hehe. Kira – kira sekitar jam 1 siang kita baru memutuskan untuk pergi kemana. Yak tujuan utama adalah Celuk daerah dimana di kanan kiri jalan berdiri toko - toko khusus penjual kerajinan perak. Masuk di beberapa toko, cap-cip-cup-pilih-ambil-bayar. Hehe. Cuma gitu doing gak kerasa sampe jam 2 siang. Ternyata daerah itu deket sama Pasar Seni Sukawati. Belanja lagiiii. Kita layaknya anak-anak yang study tour. Waktu belanja dibatasin sampe jam stengah 4 saja. Soalnya kalo nggak dibatesin gitu pasti molor gak ada habisnya. Belanja memang kegiatan yang menyita banyak waktu. Stelah itu kita lanjut perjalanan.
Kaya yang di filmya Dora, ada pertanyaan, “Kemana kita?? Ke Gunung”. Nah pertanyaan dan jawaban itu berlaku juga buat perjalanan kita kali ini. Kita mau ke gunung, pegunungan Kintamani. Melewati jalanan beliuk lekuk, nggak sampe naik gunungnya sih. Kita Cuma liat – liat aja pemandangan disekitar gunung yang nyambung sama danau itu. Subhanallah, indah banget. Fotonya nggak akan ketinggalan deh. Niiih……
Jam setengah 6-an kita cabut ke tujuan berikutnya. Menuju kota Singaraja, ada satu antai disana. seneng sekali waktu anak-anak yg lain setuju kita melanjutkan perjalanan kesana. Lumayan jauh sih dari Kintamani tadi. Oya, perjalanan ke sana kita menembus awan loh, kaya’nya sih kita melintasi pegunungan dan saking tingginya sampe jarak pandang mobil nggak lebih dari 5 meter. Gelap kaya ketutup kabut gitu. Tapi setelah dipikir – pikir ternyata itu awan. Aiiiiih keren banget, dan nggak perlu naik pesawat buat bisa nembus awan, naik mobil pun bisa. Ahihihi.
2 jam nggak berasa karena perjalanan penuh omongan dan tawa. Akhirnya kita sampai di tujuan utama malam ini, yaaaak Pantai Lovina. Excited sekali saya! :D dari mulai masuk nya udah senyum – senyum sendiri nggak jelas. Sambil lihatin café – café di sepanjang jalan yang penuh dengan bule, Dikepala ini udah kebayang bakalan liat lumba – lumba berenang, sedikit terbang kepermukaan, dan mengeluarkan suara – suara yang khas. Mungkin diantara kita semua yg paling ngebet ini saya. Untung sopirnya baik (hehe, sory Inun, you as driver kan. Hehe) markirin mobilnya pas didepan patung lumba – lumba. Langsung aja tuh kita ngibrit ke pinggir pantai. Terus ada bapak – bapak nyamperin, saya tanya “pak kok lumba-lumbanya nggak kelihatan”. Bapak jawab “yah, lumba-lumbanya keluar pagi mbak, skitar jam 6. Itu pun nggak bisa dilihat dari pinggir sini. Kalau kalian mau, ayo besok pagi ikut naik perahu bapak, ketengah laut sana lihat lumba-lumbanya”. Setelah titik itu, muka saya sedikit berubah tuh, masam. Ya iyalah kecewa, nggak bisa lihat lumba-lumba sekarang juga. Kalo mesti nunggu besok pagi kan kasian yang lain, dan sama aja ngebuang waktu semalem tuh. Ngapain coba? Mau ngafe kaya itu bule-bule? Nggak.nggak.nggak kuaaaaaat. Hahaha. Tapi buat ngobatin kekecewaan, kita nongkrong disitu dulu, dipinggir pantai, dibawah patung lumba-lumba. Ngobrol apa aja, apa aja diobrolin. hehe
| satu2nya foto dibawah sinar bulan, dipinggir pantai Lovina, dibawah patung lumba-lumba |
*Dalam hati berteriak, Aaaaah, pengen lagi. Pokoknya next time kalo ke Bali lagi nginepnya di sekitar Lovina aja, biar bisa lihat lumba-lumba paginya. Sampe jam 9an kita disitu. Sadar udah malem, kita pun balik, takutnya kemaleman dijalan, sopirnya ngantuk. Dan kita pun melanjutkan perjalanan, kembali menuju Denpasar.
Rabu, 13 Juli 2011
Lumayan jauh, sampe Denpasar jam setengah 1 kalo nggak salah. Yah karena kita kan berhenti – berhenti ditengah perjalanan, gentian sopirnya, pokoknya dibawa santai banget dah. Yak kita mendarat di Penginapannya para cowok. Eh tapi kita yg cewek – cewek nggak masuk loh. Emang udah diniatin male mini nggak pulang ke rumah sodaranya Gayuh, karena sayang aja nyewa mobil dikasih waktu 24 jam tapi dikurangin waktunya Cuma buat perjalanan pulang dan tidur. Maka dari itu kita milih istirahat didalem mobil aja, sementara anak-anak cowok tuh masuk dan tidur. Tapi entah kenapa saya, Anke, dan Gayuh pada nggak ngantuk, nggak pengen tidur. Saking senengnya kali ya. Atau emang udah kebiasaan insom. Tak lama kemudian Inun sama Fuad balik lagi ke mobil. Ternyata mereka juga nggak bisa tidur. Klo Fuad sih nggak heran yah guweh, secara selama dimobil dia udah tidurr mulu.
Hmm akhirnya kita memutuskan untuk cuss jalan, ke daerah Legian dan Kuta. Yuhuu.. jam menunjukkan pukul 01:30 dini hari. Keren banget berkeliaran di Bali jam segitu. Lewatin Legian ruamee banget, macet parah. Tapi baru kali ini ngerasain macet tapi senenng banget. jendela dibuka, AC off, selain hemat bbm juga biar lebih menikmati suasana. Legian tempatnya café dan tempat – tempat dugem terbuka. Jadi suaranya kedengeran sampe ke jalan. Bule – bule seliweran di jalan – jalan. Dan yang lebih heboh baru kali ini saya lihat sendiri pecun menawarkan dirinya, didekatnya situ ada mucikarinya. Hiiiiiii. karena selama ini saya dan teman – teman sering ngomong2 soal mangkal, mucikari, germo, dll. Tapi itu Cuma sebatas omongan semata. Hee. Selain itu entah bener apa sotoy, kita lihat juga bule yg lagi lesbian di pinggir jalan. =) eh iya, kita juga ketemu Pinkan Mambo. Pas dia lagi mesra-mesraan sama berondongnya, Anke teriak “Tante Pinkaaaaaan” stelah teriakan itu langsung semua jendela ditutup, iseng banget kan? Pas jendela ditutup itu padahal Tante Pinkan dadah-dadah ke arah mobil kita. Tapi malah kita cuekin. Terus kita ngakaaak. Pasti itu Pinkan ntar nyampe hotel langsung garuk – garuk tembok dan jedokin kepalanya gara2 dia pikir “Gue masih kece gini dipanggil tante sama begundal2 kurang ajar tadi”. Hahaha. Aah akhirnya lepas dari kemacetan, tapi kok perasaan enak pas macet-macetan tadi yah. Baru kali ini menikmati banget yg namanya macet. Iya lah, suasana kaya’ begitu betah-betah aja, hehe. Karna udah lewat Legian, gak mungkin kan kita Cuma lewatin aja itu Pantai Kuta. Jadinya kita berhenti tuh masuk pantai kuta-nya. Mungkin kita adalah orang-orang setengah gila yg kurang kerjaan dan nggak mau pulang, tetep aja tuh nongkrong di pinggir pantai, walaupun gak bisa ngeliat langit dan air sedikit pun, karna itu jam 3:20 masih gelaaap banget. Berasa kaya lagi uji nyali di pinggir pantai.
Untung gilanya bentar, nggak lebih dari 15 menit di Kuta yg gelap gulita kita cabut, balik ke Denpasar, jemput dua lelaki manja, Afif sama Atniko yg masih tidur di penginapan, kemudian perjalanan lanjut ke Pantai Sanur, mau nikmatin sunrise disana. Sampe Sanur jam 4 lebih dan masih terlalu gelap, sampe-sampe kita gak perlu bayar masuknya karna masih kepagian. Hehe. Sebagian dari kita ada yg ngelanjutin tidur yg tertunda di mobil. Herannya kenapa saya nggak ngantuk sama sekali yah. Padahal baru tidur sekitar 15 menit pas perjalanan dari Denpasar ke Sanur ini. Tidur 15 menit itu pun udah berasa lamaaa banget, bangun-bangun juga seger kya udah tidur 8 jam. Aneh. Saya aja bingung sendiri, tumben. Ya udahlah ya, kita yg nggak tidur iseng aja kepinggir pantai, anginnya maaak, semriwiiiing, adem, tapi enyaak. =). Nunggu tuh duduk – duduk shantai kaya di pantai (*lah emang lg di pantai, dodoool) , foto-foto, samapi akhirnya matahari keluar.
Subhanallah yahh cantik sekali mataharinya. Mereka yg tidur juga udah bangun, terus main-main air, sarapan, gitu doang nggak terasa udah jam setengah 9.
Karena bates nyewa mobilnya sampe jam 12 siang dan kita sebagai mahasiswa yg anti di denda, jadi harus balikin tepat waktu. Yah emang sih masih ada 3 jam lagi. Tapi kan masih butuh waktu buat nganterin itu para cowok kembali ke peradabannya di Penginapan. Dan perjalanan kira-kira setengah jam an buat sampe ke rumah sodaranya Gayuh. Belom lagi bersih – bersihnya. Akhirnya kita sudahi perjalanan semalam suntuk ini. -___-
Jadwal siang itu istirahat, tapi nggak lama. Agak sorean dikit sekitar jam 3 saya sama Anke berpetualang sendiri naek motor. Kali ini tanpa peta ala dora, modal kita Cuma olang penunjuk jalan. Lagian kita Cuma mau ke Joger di daerah Kuta, gampanglah nyarinya. Sotoy. 0_0 ketemulah Joger, milih-milih kaos. Saya tidak membeli oleh – oleh untuk siapapun di Joger ini, karena masih ada tujuan selanjutnya (masih dirahaasiakan, hehe) , dan telah saya putuskan saya membeli satu kaos, yak satu kaos saja untuk diri saya sendiri. Di dompet uang cash ngepres, udah belaga tanya ke mbaknya “mbak, gesek BNI tunai bisa kan?”, kata mbaknya “iya bisa mbak” terus saya buka dompet ambil ATM. *jeng-jeeeeeng* apa yg terjadi?? ATM saya tidak ada ditempatnya. Malu gilaaaak, untung Anke ada di belakang saya, jadi bisa ngutang dulu. Hehe . heran, main kemana itu ATM saya ya? Kaya’nya sih ketinggalan pas ngambil duit kemaren di Sukawati. Hiiks. Eh tapi saya kok kaya tenang-tenang aja ya? Bingung sih iya, tapi biasa aja, nggak yg bingung gimana gitu. Ya kan masih ada ATM berjalan Mbuss, ~tertanda Anke. Saat itu Anke bener-bener jadi malaikat saya. ^^
Lupakan kesedihan, tenangkan diri ke Pantai Kuta. Yuhuu ke Kuta lagi, kali ini suasananya beda dari yg tadi. Rame skaliii ini. Banyak bule berjemur.. weew.. disana kita ketemu Inun dkk. Kalo Inun dkk seneng ngecengi bule-bule cewek berbikini, saya dan Anke juga nggak mau kalah, kita juga menikmati pemandangan alam dan sekitar. Banyak juga bule-bule cowok yg ganteng dan ehm badannyaaa. Hihi. Kita bertahan duduk di pinggir pantai nunggu sampe sunsets, karena udah terkenal banget kalo lihat sunsets di Pantai Kuta itu salah satu yang terbaik di dunia.
Setengah 7 malem setelah matahari bener-bener nggak kalihatan, dan langit mulai gelap, kita balik pulang ke rumah sodaranya Gayuh. Istirahat. Dan petualangan di Bali bener – bener berakhir.
Keesokan harinya……
Nantikan cerita berikutnya yaa....
Jadwal siang itu istirahat, tapi nggak lama. Agak sorean dikit sekitar jam 3 saya sama Anke berpetualang sendiri naek motor. Kali ini tanpa peta ala dora, modal kita Cuma olang penunjuk jalan. Lagian kita Cuma mau ke Joger di daerah Kuta, gampanglah nyarinya. Sotoy. 0_0 ketemulah Joger, milih-milih kaos. Saya tidak membeli oleh – oleh untuk siapapun di Joger ini, karena masih ada tujuan selanjutnya (masih dirahaasiakan, hehe) , dan telah saya putuskan saya membeli satu kaos, yak satu kaos saja untuk diri saya sendiri. Di dompet uang cash ngepres, udah belaga tanya ke mbaknya “mbak, gesek BNI tunai bisa kan?”, kata mbaknya “iya bisa mbak” terus saya buka dompet ambil ATM. *jeng-jeeeeeng* apa yg terjadi?? ATM saya tidak ada ditempatnya. Malu gilaaaak, untung Anke ada di belakang saya, jadi bisa ngutang dulu. Hehe . heran, main kemana itu ATM saya ya? Kaya’nya sih ketinggalan pas ngambil duit kemaren di Sukawati. Hiiks. Eh tapi saya kok kaya tenang-tenang aja ya? Bingung sih iya, tapi biasa aja, nggak yg bingung gimana gitu. Ya kan masih ada ATM berjalan Mbuss, ~tertanda Anke. Saat itu Anke bener-bener jadi malaikat saya. ^^
Lupakan kesedihan, tenangkan diri ke Pantai Kuta. Yuhuu ke Kuta lagi, kali ini suasananya beda dari yg tadi. Rame skaliii ini. Banyak bule berjemur.. weew.. disana kita ketemu Inun dkk. Kalo Inun dkk seneng ngecengi bule-bule cewek berbikini, saya dan Anke juga nggak mau kalah, kita juga menikmati pemandangan alam dan sekitar. Banyak juga bule-bule cowok yg ganteng dan ehm badannyaaa. Hihi. Kita bertahan duduk di pinggir pantai nunggu sampe sunsets, karena udah terkenal banget kalo lihat sunsets di Pantai Kuta itu salah satu yang terbaik di dunia.
![]() |
| sunsets dan pemandangan 'alam' yg tak boleh dilewatkan ^^ |
Keesokan harinya……
Nantikan cerita berikutnya yaa....






Tidak ada komentar:
Posting Komentar